๐ Kegiatan Pembelajaran di AKBID PGRI
Membangun Kompetensi Lewat Pengalaman Nyata
Proses pembelajaran di Akademi Kebidanan Persatuan Guru Republik Indonesia (AKBID PGRI) dirancang secara holistik dan aplikatif untuk mencetak bidan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga terampil secara praktik dan peka terhadap dinamika di masyarakat.
๐ Pembelajaran Teori di Kelas
Kegiatan pembelajaran dimulai dari penguasaan konsep dasar dan lanjutan di ruang kelas. Mahasiswa dibekali materi melalui:
- ๐ Ceramah interaktif menggunakan media pembelajaran modern
- ๐ฌ Diskusi kelompok dan presentasi kasus
- ๐ง Studi literatur untuk memperluas wawasan dan membangun nalar ilmiah
Metode Student-Centered Learning (SCL) diterapkan agar mahasiswa aktif mencari solusi, bukan hanya menerima informasi.
๐งช Praktikum Laboratorium
Sebelum terjun ke lahan praktik, mahasiswa mengikuti pembelajaran praktik di laboratorium kebidanan kampus yang lengkap dan representatif. Mereka belajar keterampilan dasar seperti:
- Pemeriksaan kehamilan
- Tindakan pertolongan persalinan
- Perawatan ibu nifas dan bayi baru lahir
๐ Proses ini dilakukan dengan pendekatan simulasi, roleplay, dan OSCE (Objective Structured Clinical Examination).
๐ฅ Praktik Klinik dan Komunitas
Setelah menguasai teori dan keterampilan dasar, mahasiswa melanjutkan ke praktik lapangan di fasilitas kesehatan mitra seperti:
- ๐ฅ Rumah sakit dan puskesmas
- ๐๏ธ Desa binaan dan komunitas masyarakat
Di sini, mereka memberikan asuhan kebidanan secara langsung di bawah pengawasan preseptor klinik dan dosen pembimbing. Praktik ini mencakup:
- Pelayanan antenatal dan postnatal
- Pertolongan persalinan normal
- Edukasi gizi, KB, dan imunisasi
๐ฑ Kegiatan Pengembangan Diri
Selain akademik, AKBID PGRI juga menyediakan kegiatan pembelajaran non-formal seperti:
- ๐ก Seminar dan workshop kebidanan
- ๐ฃ๏ธ Penyuluhan kesehatan di masyarakat
- ๐งโโ๏ธ Latihan keterampilan soft skill dan komunikasi terapeutik
๐ Penutup
Kegiatan pembelajaran di AKBID PGRI tidak terbatas di dalam kelas. Melalui perpaduan teori, praktik, dan keterlibatan sosial, mahasiswa dibentuk menjadi bidan yang kompeten, empatik, dan siap terjun ke dunia pelayanan kesehatan. Setiap tahap pembelajaran dirancang agar relevan dengan kondisi nyata di lapangan.
